7 Lagu Yang Sering Didengarkan Seminggu Terakhir

Akhir-akhir ini saya jarang pulang ke rumah, paling pulang cuma buat nganterin cucian kotor dan ngambil barang yang tertinggal, hidup saya beberapa minggu belakangan dihabiskan di kantor Hujan! Radio, karena memang ada beberapa project dan urusan yang mesti diselesaikan. Sekarang, sudah 2 hari saya dirumah karena sakit, masuk angin dan meriang. Penyakit yang biasa saya alami jika kelelahan, atau mungkin sakit ini karena eksepektasi yang sempat memuncak 2 hari lalu? lalu kembali turun karena tak terbayar. Imbasnya mungkin ke kesehatan, ah entah lah, perasaan altruistik ketika subuh 2 hari lalu mungkin hanya mampir sebentar, se-sebentar subjek ekspektasinya menyambangi hidup saya (2 tahun tanpa ikatan apakah sebentar?). Sore ini hujan dan di meja tamu terhidang camilan yang rasa-rasanya akan habis dalam hitungan menit saja oleh mahluk-mahluk dirumah ini, Uwa membuat pisang goreng, gorengan ubi, dan pisang keju-cokelat, cocok sekali dinikmati hujan-hujan ditemani kopi sambil menelisik cucuran air yang jatuh dari tiap daun di perkarangan.

Sore yang juga boros energi, karena PC dan laptop saya hidupkan, laptop dipakai untuk mengetik tulisan ini , dan PC memutar lagu untuk kemudian ditransmisikan di siaran Hujan! Radio, memutar playlist, karena awak di loader666 sedang menghadiri RAKORNAS PKNI untuk dua hari ke depan. Sambil lalu memandangi handphone saya yang baru terisi pulsa, terlintas beberapa lagu yang seminggu terakhir saya sering dengarkan, tanpa alasan. Oke..oke beberapa memang saya dengarkan dengan alasan sesuai dengan kejadian yang saya alami, puas? Lagu-lagu ini semacam penyegar kebuntuan dan sarana rekreasi termurah (diluar menjadi soundtrack nelangsa yang apik) bagi saya. Lagu-lagu yang tidak sengaja saya temukan berceceran di dunia maya, karena saya biasanya selalu mengunduh single-single gratisan dari beberapa band atau musisi yang tidak saya kenal lalu lantas jatuh cinta dengan band atau musisi tersebut setelah mendengarkan lagu yang saya unduh tersebut. Nuff said, berikut 7 lagu tersebut.

1. Okkeril River – Wake And Be Fine

Saya pertama kali mengetahui keberadaan Band Folk/Indie Rock asal Austin, Texas ini ketika membaca artikel tentang mereka di Pitchfork.com (situs musik yang masih menjadi messiah bagi pengagum musik-musik non-mainstream, dan kerap kali dijadikan patokan level hipster seseorang). Musik Okkeril River sangat menawan, folk yang classy dan tidak terlalu catchy memang, tapi lirik yang dinyanyikan Will Sheff seolah-olah membantu saya setiap kali bangun dari tidur, healing session. “Wake and be fine, You still got time, To wake and be fine..” yeah, wake and be fine seperti musik Okkeril River yang fine fine saja dan tak terlalu mengagumkan atau membangunkan selera tapi tetap bercokol di kepala dengan video klip yang menarik.

2. Coldplay – Every Teardrop Is A Waterfall

Saya memang bukan fans berat Coldplay, tapi kemunculan single baru mereka turut menyita perhatian saya, dan saya selalu berkeyakinan apapun yang dihidangkan oleh Chris Martin cs pasti segar dan “menggoda”. Tapi sepertinya ekspektasi saya tentang hal tersebut sedikit retak ketika mendengarkan single ini, “Every Teardrop Is A Waterfall” dimulai dengan intro yang menonjolkan sound synth futuristik dan upbeat, saya hampir saja mencak-mencak karena salah unduh dan mengira ini lagu Lady Gaga. Single ini masih mencirikan nuansa album sebelumnya (Viva La Vida) walaupun sepertinya single ini tidak akan menjadi hits karena nuansa Coldplay yang kebanyakan orang kenal seperti terkamuflase. Tapi lagi-lagi lirik menyelamatkan, kekuatan song writing yang kuat masih menjadi pegangan Coldplay, dan single ini sukses merajai perangkat music player saya seminggu ini.

3. The Mars Volta – With Twilight As My Guide

My devil makes me dream, like no other mortal dreams, with a blank eye corner.
The only way to see him, in the tunnel where he slept, by the longest tusk of corridors, numb below the neck…
In my heart…

Saya selalu suka apapun yang Cedric Bixler dan Omar Rodriguez sajikan, i’m a big fan of them sejak masa At-The Drive In sampai sekarang. “With Twilight As My Guide” menjadi musik latar setiap kali hujan belakangan ini dan setiap kali lampu dimatikan untuk tidur, seperti menyiratkan bahwa setan yang sebenarrnya bersemayam di hati setiap orang.

4. Razika – Eg Vetsje

Entah apa arti dari “Eg Vetsje” yang pasti saya suka sekali dengan musik yang dibawakan oleh Razika, Ska mixed with Post-Punk and Indie Pop. Saya pertama kali mendengarkan mereka ketika secara tak sengaja menemukan single berjudul “Taste My Dream” melalui search engine, jatuh cinta pada pendengaran pertama. Razika merupakan all-girl band yang berasal dari Bergen, Norweigia, negara yang saya kenal hanya karena Ole Gunnar Solksjaer, dan kini saya mengenalnya karena Razika.

5. The Pains Of Being Pure At Heart – Belong

Lagu yang sangat melenakan, agresif tapi juga lembut dalam satu waktu. Saya tak menyangka perkembangan musikalitas The Pains Of Being Pure At Heart (TPOBPAH) akan semaju ini. Seperti mendengarkan artefak-artefak musik yang termakhtub di kompilasi c86, versi modern dan lebih catchy. Saya seperti mendengarkan pengaruh album Spirit Youth milik The Depreciation Guild di dalam “Belong” milik TPOBPAH, hal yang tak aneh karena faktanya mereka memang berkawan dan Kurt Feldman gitaris/vokalis The Depreciation Guild merupakan drummer mereka .

6. The Rapture – How Deep Is Your Love?

Saya menyangka kalau The Rapture melakukan Cover Version dari lagu milik Bee Gees, ternyata saya salah. “How Deep Is Your Love?” merupakan single terbaru dari The Rapture yang dirilis dalam format 12″ vinyl secara terbatas. Masih dengan nuanasa dance punk yang kental dan boleh dibilang makin soulfull dan tidak terlalu agresif, atau memang The Rapture sudah mulai melemah? Entah lah.

7. Copeland – Coffee

If it’s not too late for coffee,  I’ll be at your place in ten.
We’ll hit that all night diner, And then we’ll see…

Copeland selalu sukses membuat fase nelangsa saya semakin kuat, musik latar yang cocok untuk berjalan kaki tanpa tujuan ditengah hujan rintik, dan musik yang selalu enak didengarkan ketika teringat suatu subjek ekspektasi atau mengubur kembali secercah sinar dikala subuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: