Tentang Hujan: Resta..

Entah sudah berapa lama Resta berada didepan komputernya, nada-nada sumbang keluar dari dua buah speaker yang ditaruh dikiri-kanan komputernya seiring dengan jari-jemari Resta memencet tuts keyboard. Resta sudah sekitar dua bulan mengalami kesulitan tidur, baginya berlama-lama didepan komputer sambil membuat lagu dengan software musik merupakan obat tidur paling mujarab, walaupun sering kali ia malah terjaga sampai keesokan harinya, menuntaskan lagu yang dibuatnya.

Orangtuanya sudah berkali-kali mengingatkannya untuk mengehentikan kebiasaanya tersebut dan berencana membawanya ke dokter untuk mengobati kebiasaannya, tapi Resta selalu menolak. Tentu saja kebiasaanya menjadikan malam sebagai siang dan siang menjadi malam berdampak pada kondisi tubuhnya yang semakin mengurus serta lipatan dan garis hitam yang semakin terlihat dibawah matanya. Ia selalu berkilah sedang mengerjakan proyek pembuatan web setiap kali Ibunya datang ke kamarnya menyuruh tidur, atau berpura-pura tidur ketika ia mendengar langkah kaki Ayahnya menuju kamar. Resta yang bekerja sebagai programmer web freelance memang sering kali mengerjakan proyeknya dimalam hari, tapi sudah satu minggu ia tidak mendapatkan tawaran proyek baru, Resta terjaga untuk alasan lain. Resta terjaga untuk menhindar dari mimpi buruk yang selalu didapatnya ketika ia tidur, dan anehnya mimpi tersebut tidak datang jika Resta tidur di pagi atau siang hari, mimpi tersebut hanya datang di malam hari, mimpi yang hanya berisikan hujan dan suara tangis yang bergemuruh di kejauhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: